08 April 2026 – Saham BBCA hari ini menguat di tengah perhatian pasar pada pembayaran dividen tunai yang jatuh pada Rabu, 8 April 2026. Pada perdagangan sesi siang, sekitar pukul 12.14 WIB, saham PT Bank Central Asia Tbk berada di level Rp6.800, naik Rp300 atau 4,62 persen dari penutupan sebelumnya di Rp6.500. Rentang pergerakan harian tercatat di kisaran Rp6.625 hingga Rp6.850. IDN Financial
Penguatan itu beriringan dengan distribusi dividen final tahun buku 2025 kepada pemegang saham. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, total dividen tunai BBCA ditetapkan Rp336 per saham. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim Rp55 per saham yang dibayarkan pada 22 Desember 2025, sehingga sisa dividen final yang dibayarkan hari ini mencapai Rp281 per saham.
Total dana yang disalurkan untuk dividen final tercatat sebesar Rp34,53 triliun. Jadwal korporasi yang telah diumumkan perseroan menempatkan cum-dividend di pasar reguler dan negosiasi pada 27 Maret 2026, ex-dividend pada 30 Maret 2026, serta recording date pada 31 Maret 2026. Dengan pembayaran yang jatuh hari ini, fokus pelaku pasar tertuju pada respons harga saham setelah melewati fase ex-dividend.
Dalam RUPST yang digelar pada 12 Maret 2026, BCA juga melaporkan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp57,5 triliun. Dari angka itu, perseroan menetapkan rasio pembayaran dividen 72 persen. Kebijakan tersebut menandai pembagian dividen yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya dan memperkuat perhatian investor terhadap saham BBCA pada perdagangan hari ini.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong sebelumnya menyatakan perseroan berencana membagikan dividen interim hingga tiga kali pada 2026, mengikuti kondisi keuangan dan persetujuan Dewan Komisaris. Rencana itu membuat kebijakan dividen BBCA kembali menjadi perhatian pasar di tengah pergerakan harga saham yang menguat pada perdagangan hari ini.
