Trinityordnance.com – Agil Sulthon, peserta Cahaya Muda Indonesia yang berasal dari Sarolangun, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil mencapai babak empat besar dalam ajang tersebut. Ketidaksangkaan ini menyertai perjalanan Agil menjelang Grand Final, di mana ia bertekad untuk lebih mempersiapkan diri dengan mengevaluasi kritik yang diterimanya dari para juri.
Dalam pernyataannya, Agil menekankan pentingnya masukan yang diberikan dalam tahap eliminasi sebelumnya. “Setiap kritik menjadi bahan evaluasi penting agar bisa tampil lebih baik,” katanya. Ia menyampaikan, perasaannya bercampur antara syukur dan deg-degan saat mengetahui dirinya melangkah ke tahap yang lebih tinggi dalam kompetisi ini.
Cahaya Muda Indonesia (CMI) memang dikenal sebagai ajang yang memberikan platform bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan kemampuan mereka. Dengan mendekati puncak acara, Agil menyatakan bahwa fokusnya adalah untuk meningkatkan performa berdasarkan umpan balik kompetitif dari para juri. Hal ini sejalan dengan tuntutan kompetisi yang menuntut persiapan matang dan keberanian dalam menghadapi tantangan.
Persiapan menuju Grand Final semakin intens, mengingat setiap peserta bersaing ketat untuk meraih penghargaan. Agil, yang terus memotivasi diri dengan evaluasi dari juri, menunjukkan dedikasinya untuk tidak hanya menjadi salah satu kandidat, tetapi juga menampilkan performa terbaiknya di depan penonton.
Dengan perjalanan yang menantang ini, Agil Sulthon berharap dapat memberikan yang terbaik dan membuat namanya dikenang dalam sejarah Cahaya Muda Indonesia. Pihak penyelenggara pun optimis bahwa kompetisi ini akan melahirkan berbagai talenta muda berbakat di masa depan.
![Agil Sulthon Heran Masuk 4 Besar CMI, Miliki Cara Unik Menarik Remaja | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/agil-sulthon-tak-menyangka-tembus-4-besar-cmi-punya-trik-khusus-gaet-anak-muda-izn.jpg)