Site icon trinityordnance

Akses Trans Flores Kembali Terbuka Pasca Longsor akibat Gempa

[original_title]

Trinityordnance.com – Akses Jalur Trans Flores yang sempat terputus akibat longsor di Kabupaten Ende kini telah dibuka kembali. Longsoran material tanah dan bebatuan dengan ketinggian hampir 30 meter menutupi badan jalan di kilometer 4+350, mempengaruhi akses utama yang menghubungkan Kabupaten Ende dan Nagekeo.

Berton Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR segera menanggapi situasi tersebut dengan mengerahkan tiga unit alat berat jenis ekskavator untuk membersihkan jalur. Pada hari pertama, sebagian jalur telah dibuka dan dapat dilalui kendaraan roda dua, sedangkan setelah dua hari, akses bagi kendaraan roda empat juga mulai bisa digunakan dengan sistem buka-tutup.

Tim BNPB yang melakukan pantauan langsung pada Kamis, 20 Agustus, melaporkan bahwa seluruh badan jalan kini telah terbuka kembali, meskipun sejumlah material longsoran masih menumpuk di lereng tebing, yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk mencegah kemungkinan longsor susulan. Proses pembersihan menunjukkan adanya tantangan karena seringnya gempa susulan yang dapat memicu runtuhan.

Selain itu, longsor juga berdampak pada jalur kabel serat optik, namun gangguan jaringan komunikasi telah berhasil dipulihkan berkat koordinasi lintas sektor. Saat ini, fokus pemerintah dan tim teknis beralih pada penguatan struktur tebing untuk mencegah longsor di masa mendatang.

Terbukanya kembali Jalur Trans Flores menjadi langkah signifikan dalam memulihkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat setempat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam mengatasi dampak bencana dan membangun kembali kehidupan yang lebih kuat.

Exit mobile version