Site icon trinityordnance

Anggota DPR Soroti Pentingnya Perlindungan Satwa Saat Karhutla

[original_title]

Trinityordnance.com – Upaya perlindungan satwa di wilayah yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diperkuat, terutama di Kalimantan. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, yang menekankan pentingnya tindakan evakuasi tidak menunggu hingga hewan berada dalam keadaan kritis.

Dalam pernyataannya pada Jumat, Meitri menegaskan bahwa karhutla tidak hanya merusak lahan, tetapi juga mengancam ekosistem dan keberlangsungan hidup satwa liar. Karhutla menghilangkan habitat dan sumber makanan yang diperlukan oleh berbagai jenis hewan.

Sebagai contoh, ditemukan seekor orangutan jantan yang dalam kondisi lemah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 30 Agustus 2023. Orangutan tersebut telah berhasil dievakuasi dan mendapat perawatan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat bekerja sama dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Di wilayah Kalimantan Tengah, sekitar 1.717 hektare lahan terbakar per 1 September 2023. BKSDA Kalimantan Tengah mengonfirmasi bahwa kondisi ini juga berdampak pada habitat satwa terlindungi. Beberapa hewan seperti ular dan trenggiling dilaporkan terperangkap di kawasan yang terbakar.

Menanggapi situasi ini, Meitri menyatakan bahwa satwa harus menjadi fokus dalam desain respons terhadap bencana karhutla. Sebelumnya, kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, melaporkan kematian seekor orangutan bernama Sempurna yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Murlan menekankan pentingnya laporan masyarakat dalam menyelamatkan satwa, terutama saat mereka terdampar atau sakit. Ia mengimbau agar masyarakat melaporkan segera jika menemukan hewan yang membutuhkan pertolongan sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Exit mobile version