Trinityordnance.com – Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan inisiatif strategis guna penetapan kawasan rendah emisi dalam rangka Pekan Iklim Bali 2026. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa acara ini akan menjadi platform bagi daerah untuk berbagi pandangan dan strategi mengatasi perubahan iklim. “Kawasan rendah emisi ini juga merupakan wujud dukungan penuh pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya di Denpasar pada Minggu.
Diluncurkan pada Hari Suci Tumpek Wayang pada 10 Oktober, program ini mencakup enam wilayah di Bali yaitu Ubud, Kepulauan Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Denpasar, dengan target pelaksanaan terukur hingga 2030. Koster menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara alam, budaya, dan masyarakat melalui proyek ini.
Program ini juga mendukung proyek besar Pemerintah RI terkait penyediaan tenaga surya, yang kapasitasnya meningkat dari 1.000 megawatt menjadi 1.500 megawatt. Saat ini, proses perizinan sedang diselesaikan dengan kementerian terkait. Pekan Iklim Bali 2026, bertema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Transisi Berkeadilan untuk Semua,” dijadwalkan pada 13 hingga 17 Oktober 2026.
Kegiatan utama akan berlangsung di kawasan rendah emisi Sanur, dengan pendekatan ramah lingkungan seperti penggunaan jalur pejalan kaki dan sepeda. Suzanty Sitorus, perwakilan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, menjelaskan bahwa penetapan kawasan rendah emisi tidak hanya fokus pada pengurangan polusi udara tapi juga bertujuan meningkatkan ekonomi lokal dan mendukung pariwisata berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia dalam mencapai target emisi nol bersih.
![Bali Luncurkan Inisiatif Zona Emisi Rendah di Pekan Iklim | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG_3711.jpeg)