Site icon trinityordnance

Bandara Wunopito Tutup Hingga 25 September Akibat Abu Vulkanik

[original_title]

Trinityordnance.com – AirNav Indonesia mengumumkan perpanjangan penutupan Bandara Wunopito di Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga 25 September 2026 akibat pengaruh aktivitas abu vulkanik dari Gunung Lewotolok. Keputusan ini diambil setelah memastikan bahwa keselamatan penerbangan di wilayah tersebut terancam.

Hermana Soegijantoro, EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, menyatakan bahwa abunya masih berdampak pada operasional penerbangan. Berdasarkan NOTAM C1239/26 yang baru diterbitkan, bandara tersebut akan ditutup mulai 24 September 2026 pukul 07.50 WITA hingga 25 September 2026 pukul 07.00 WITA. Penutupan ini dilakukan setelah NOTAM C1231/26 dinyatakan tidak berlaku.

NOTAM C1239/26 menyebutkan penutupan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok, dengan ASHTAM VAWR0090 berlaku sejak 24 September 2026 pukul 06.30 WITA hingga 25 September 2026 pukul 06.30 WITA. Status ASHTAM diberi warna oranye, yang menunjukkan tingkat bahaya menengah. Abu vulkanik terdeteksi hingga ketinggian FL070 dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Bandara Wunopito, yang terletak 5 NM dari area abu, diidentifikasi sebagai bandara terdekat, diikuti oleh Gewayantana (WATL) dan Kabir (WATP). Pencantuman Wunopito dalam ASHTAM menegaskan posisinya yang dekat dengan wilayah terdampak.

AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus memperbarui informasi penerbangan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik. Hermana menyampaikan bahwa setiap perubahan status operasional akan diumumkan melalui NOTAM yang relevan, untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Exit mobile version