Trinityordnance.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah terdeteksi 1.624 gempa susulan setelah terjadi gempa utama berkekuatan 7,7 skala Richter di wilayah Flores. Gempa utama terjadi pada tanggal 17 Agustus 2026, dan dampaknya terasa sangat signifikan. Hingga kini, sebanyak 53 jiwa dilaporkan meninggal akibat bencana yang menghancurkan ini, dengan banyak wilayah mengalami kerusakan yang parah.
Sejak kejadian tersebut, BMKG terus memantau aktivitas seismik di Flores dan sekitarnya, mengingat intensitas gempa susulan yang cukup tinggi. Para ahli menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena umum yang terjadi setelah gempa besar. Terjadinya sejumlah gempa susulan ini bisa jadi memperpanjang proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Terdapat juga beberapa daerah yang paling parah terkena dampak dari gempa utama, di mana infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan mengalami kerusakan signifikan. Tim penanggulangan bencana setempat telah dikerahkan untuk memberikan bantuan darurat kepada para korban dan menilai kerugian yang dialami oleh masyarakat.
Pengadaan ruang evakuasi dan penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah dan lembaga terkait. Masyarakat di sekitar wilayah gempa diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang mengenai risiko gempa susulan.
Dalam situasi seperti ini, solidaritas antar warga serta dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memulihkan keadaan di Flores dan membantu mereka yang terdampak. Pemerintah berkomitmen untuk segera memberikan bantuan dan melakukan rehabilitasi di daerah yang terkena bencana.