Trinityordnance.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkomitmen untuk memperkuat usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK) yang berbasis sawit. Inisiatif ini bertujuan untuk memperbaiki citra industri sawit serta meningkatkan perekonomian di Indonesia. Menurut Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, penguatan UKMK menjadi respons terhadap berbagai isu negatif yang beredar mengenai industri sawit, termasuk masalah lingkungan dan eksploitasi pekerja.
Helmi menjelaskan, pembiayaan untuk kampanye positif ini berasal dari pungutan ekspor produk sawit yang dapat mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun per bulan. Dana tersebut digunakan untuk berbagai program seperti Peremajaan Sawit Rakyat, beasiswa, riset, dan pengembangan UKMK. Menurutnya, intensitas kampanye terus ditingkatkan melalui kegiatan rutin dengan pelaku UKMK.
Sejak 2018, BPDP telah meluncurkan banyak kegiatan promosi yang meningkatkan jumlah UKMK berbasis sawit. Mereka juga menyelenggarakan workshop bersama Universitas Andalas, yang mengajarkan mahasiswa tentang kewirausahaan berbasis sawit. Contohnya, seorang mahasiswa dari Pasaman Barat berhasil melakukan ekspor lidi sawit setelah mengikuti program tersebut.
Selain itu, BPDP juga mengajak UKMK untuk berpartisipasi dalam pameran nasional seperti Inacraft, memberikan fasilitas seperti booth gratis. Dalam acara tersebut, produk berbasis sawit yang dikembangkan oleh ibu-ibu di Kulon Progo, Yogyakarta, berhasil meraih omzet miliaran rupiah. Helmi berharap langkah ini akan terus berlanjut untuk menciptakan peluang nyata bagi pelaku UKMK dalam mengembangkan produk turunan sawit. Sinergi antara BPDP dan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas wawasan pelaku UKMK mengenai potensi hilirisasi.
![BPDP Dukung UKMK Sawit untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/02/03735EB7-292C-4A90-9159-200607633D87.jpeg)