Trinityordnance.com – China telah menjadi mitra dagang utama dan strategis bagi Indonesia, dengan total nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai lebih dari Rp1.135 triliun pada tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada 13 Maret 2026.
Fajarini mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Indonesia mengekspor barang ke China senilai USD67 miliar, di mana lebih dari 90 persen berasal dari sektor non-minyak dan gas. Dari data yang ada, pertumbuhan ekspor ke Tiongkok selama lima tahun terakhir, yaitu dari 2021 hingga 2025, mencatatkan tren positif sebesar 4 persen.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun terjadi peningkatan, neraca perdagangan Indonesia dengan China masih mengalami defisit yang cukup signifikan, mencapai USD20 miliar. Walaupun demikian, ekspektasi terus tumbuh mengingat ekspor tahun lalu meningkat sebesar 16,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan masih adanya potensi besar bagi produk-produk Indonesia untuk menembus pasar China.
Fajarini menekankan bahwa meskipun ada defisit, pertumbuhan ekspor yang konsisten merupakan sinyal positif dan mencerminkan peluang yang perlu didorong lebih lanjut. Peningkatan permintaan akan produk nasional di Tiongkok diyakini dapat membantu memperbaiki neraca perdagangan antara kedua negara. Upaya ini diharapkan dapat mendorong penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan China di masa mendatang.
![China dan Indonesia Perkuat Hubungan, Ekspor Capai Rp1.000 Triliun | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/china-dan-indonesia-makin-mesra-nilai-ekspor-nasional-tembus-rp1000-triliun-axw.jpg)