Trinityordnance.com – Detak jantung yang secara konsisten berada di bawah 60 denyut per menit, atau bradikardia, dapat menjadi tanda kondisi kesehatan yang serius. Menurut Dr. Nityanand Tripathi, Direktur Utama dan Kepala Departemen Kardiologi di Rumah Sakit Fortis, Delhi, gejala bradikardia sering kali tidak terlihat dan dapat disalahartikan sebagai kelelahan atau penuaan.
Iris jantung dikendalikan oleh nodus sinoatrial, yang berfungsi sebagai alat pacu jantung alami. Ketika sistem ini melemah, organ-organ vital mungkin tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Bruce bisa merasakan dampak jangka panjang dari sirkulasi darah yang menurun, yang mempengaruhi fungsi otak dan stamina fisik.
Gejala bradikardia yang harus diwaspadai meliputi kelelahan berkelanjutan, pusing, dan rasa tidak nyaman di dada. Dr. Tripathi menekankan bahwa individu berusia di atas 65 tahun berisiko lebih tinggi terkena bradikardia akibat penuaan sistem konduksi listrik jantung. Selain itu, penderita diabetes dan hipertensi memiliki kerentanan lebih besar terhadap kondisi ini.
Untuk diagnosis, langkah yang disarankan adalah elektrokardiogram (EKG) dan pemantauan ambulasi. Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi, yang dapat berkisar dari penyesuaian obat hingga pemasangan alat pacu jantung untuk bradikardia yang simptomatik.
Penting untuk mengenali tanda-tanda bradikardia lebih awal agar intervensi medis dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Penanganan yang efektif dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup.
![Detak Jantung Lambat: Saatnya Mencari Perhatian Medis | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/04/heart-rate-AHA.jpg)