Trinityordnance.com – Penanganan korban bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlangsung dengan intensif. Hingga Sabtu, tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat berhasil menerima sepuluh kantong jenazah untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, enam jenazah telah teridentifikasi.
Proses identifikasi dilakukan dengan ketelitian tinggi, mengingat kondisi jenazah dan potongan tubuh yang ditemukan cukup sulit. Tim DVI bekerja sama dengan tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk memastikan akurasi data berdasarkan informasi ante-mortem dan post-mortem. Hendra menjelaskan, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam mengidentifikasi korban akibat kondisi tubuh yang tidak utuh, ada kemajuan signifikan berkat sidik jari yang dapat dianalisis.
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih menghadapi kendala cuaca ekstrem. Hujan deras di wilayah tersebut menambah kesulitan bagi tim yang sedang mencari 71 orang yang masih dinyatakan hilang. Data terakhir menunjukkan tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor susulan, sehingga tim SAR harus bekerja dengan sangat hati-hati.
Di luar operasi pencarian, Polda Jabar juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung warga terdampak. Bantuan sembako dan pendirian dapur lapangan dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan relawan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terpadu untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana. Operator kemanusiaan gabungan terus berupaya memberikan bantuan, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
![Enam Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Teridentifikasi | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/01/1769257236_5b49d1e43c7a2a39a3a9.jpg)