Trinityordnance.com – Keluarga besar Muhammadiyah di Kota Bandung menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret. Pelaksanaan malam takbiran oleh warga Muhammadiyah berlangsung dengan khidmat. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh umat yang merayakan, serta mengajak untuk saling memaafkan.
Farhan menegaskan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, terutama saat umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Ia mengikuti takbiran di dua waktu, terlebih dia menegaskan agar tidak ada pawai takbiran malam ini demi menghormati saudara-saudara yang tengah menjalankan Nyepi. Pemkot Bandung telah bersiap untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah tersebut.
Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Dikdik Dahlan, juga mengonfirmasi bahwa Salat Idulfitri akan diselenggarakan di banyak lokasi di Kota Bandung, dengan sekitar 56 masjid yang berpartisipasi. Salat Id di Masjid Mujahidin akan dilaksanakan di Lapangan Lodaya dengan imam Hilman Latief. Mengingat perbedaan waktu perayaan, Dikdik memprediksi jumlah jemaah akan meningkat dan mengimbau masyarakat datang lebih awal untuk mendapatkan tempat.
Persiapan untuk kegiatan ibadah telah mencapai lebih dari 80 persen, meskipun sempat menghadapi kendala cuaca. Dalam konteks ini, perayaan Idulfitri dan Nyepi menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di Kota Bandung. Kedua perayaan yang beriringan menunjukkan komitmen untuk saling menghormati antarumat beragama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
![Farhan Jaga Toleransi di Dua Takbiran Lebaran dan Nyepi | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/1773991147_64e3d0dfda8d8f315de0.png)