Site icon trinityordnance

Harga Tiket Pesawat Domestik Ternyata Lebih Mahal, Begini Kata Pakar

[original_title]

Trinityordnance.com – Harga tiket pesawat domestik, terutama rute dari Jakarta ke Aceh, menjadi sorotan setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan besarnya biaya yang harus ditanggung. Menurutnya, dalam dua minggu, sekitar 700 hingga 800 tenaga kesehatan perlu diberangkatkan ke Aceh, yang terkena dampak bencana. Ironisnya, banyak relawan terpaksa memilih terbang ke Aceh melalui Kuala Lumpur karena harga tiket yang lebih murah.

Berdasarkan pemantauan dari beberapa aplikasi penjualan tiket, harga penerbangan langsung dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) berkisar antara Rp2,3 juta sampai Rp2,8 juta. Sebaliknya, penerbangan transit ke Kuala Lumpur dapat ditemukan seharga antara Rp1,7 juta hingga Rp1,9 juta.

Pengamat penerbangan, Alvin Lie, menerangkan penyebab mahalnya tiket domestik dibandingkan internasional. Menurutnya, penerbangan domestik dibebani pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11% untuk bahan bakar (avtur) dan untuk harga tiket itu sendiri. Sementara penerbangan internasional tidak dikenakan PPN, yang berdampak pada harga tiket.

Selain itu, tiket domestik juga diatur pemerintah dengan Tarif Batas Atas (TBA), sedangkan tiket internasional lebih fleksibel mengikuti mekanisme pasar. Alvin menjelaskan bahwa beban biaya operasi yang semakin meningkat tidak diimbangi dengan kenaikan TBA, sehingga kesempatan laba untuk maskapai semakin kecil.

Situasi tersebut membuat konsumen beranggapan bahwa harga tiket domestik seringkali lebih tinggi. Pembatasan kapasitas penumpang di maskapai juga berpotensi menyebabkan kerugian. Di sisi lain, maskapai asing dapat menawarkan harga lebih rendah dari Kuala Lumpur, mengingat mereka tidak terkena pajak yang sama dan memiliki biaya operasional yang mungkin lebih rendah.

Exit mobile version