Trinityordnance.com – Tapanuli Tengah, seorang ibu bernama Sri Kasnita Tambunan berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah ancaman bencana susulan. Aroma mentega dan gula yang dipanggang menggantikan bau lumpur di rumahnya di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, pasca-banjir yang melanda kawasan tersebut akibat meluapnya Sungai Tukka.
Sri, yang kini mengandalkan usaha pembuatan kue kering sebagai mata pencaharian, merasa terdorong untuk terus menerima pesanan, meskipun dalam kondisi serba sulit. Ia bertekad untuk membeli baju Lebaran untuk kedua anaknya dan memulihkan aset yang hilang saat banjir. “Mata pencaharian suami belum bisa jalan, jadi saya harus berusaha agar anak-anak tetap bisa merayakan Hari Raya,” ungkapnya.
Suami Sri bekerja sebagai teknisi mesin pendingin, namun saat ini kehilangan pendapatan akibat bencana tersebut. Dengan keberanian yang mengagumkan, Sri membuka pesanan kue kering seperti chocho chips, nastar, dan akar kelapa, yang sudah menjadi andalan tetap. Meskipun biasanya menerima banyak pesanan, tahun ini ia harus membatasi jumlahnya karena ketakutan akan terulangnya bencana.
Sri harus berhati-hati dalam memproduksi kue, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena ia perlu mengamankan barang-barang dari potensi banjir. Meskipun usaha kue ini tidak besar, hanya menggunakan dapur rumah dan satu oven, setiap menjelang Lebaran, ia mampu menerima pesanan hingga ratusan toples.
Keberanian Sri Kasnita tidak hanya membuktikan daya juang seorang ibu, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, di tengah tantangan yang dihadapinya.
![Ibu Gigih Berjuang Membeli Baju Lebaran Anak Usai Banjir | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-16-at-22.42.23.jpeg)