Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan akan berkonsolidasi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal yang akan diambil oleh otoritas. IHSG dibuka menguat 28,45 poin atau 0,35 persen, mencapai posisi 8.151,05. Sementara itu, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 3,50 poin atau 0,42 persen, menjadi 827,23.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG diprediksi akan bergerak dalam kisaran 7.950 hingga 8.400. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) mengumumkan akan memperluas kategori investor pasar modal dari sembilan tipe menjadi 27 sub-tipe. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi sesuai dengan permintaan MSCI dan akan meliputi data dari berbagai kategori seperti private equity dan pinjaman online.
Ratna juga menyoroti pembentukan panitia seleksi pimpinan OJK oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, meski pelaksanaannya terlambat. Selain itu, pelaku pasar tampaknya mengambil sikap wait and see menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang dapat memberikan gambaran kondisi fundamental perekonomian domestik.
Di tingkat internasional, para investor menunggu rilis indeks Institute for Supply Management Service (ISM) PMI untuk Januari 2026, yang diprediksi stabil di level 54,3. Sementara itu, pasar Eropa akan memperhatikan data inflasi bulan Januari 2026, yang diharapkan mengalami penurunan menjadi 1,8 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, Bursa AS, termasuk Indeks Dow Jones dan S&P 500, mengalami penurunan, sementara indeks-area saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi.
![IHSG Berpotensi Stabil, Pasar Perhatikan Kebijakan Otoritas | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/02/ihsg-ditutup-turun-488-persen-ke-level-7.92273-2720498.jpg)