Trinityordnance.com – Inggris mengalami ketegangan diplomatik setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut negara tersebut sebagai “Republik Islam Inggris.” Dalam sebuah wawancara dengan Army Radio, Netanyahu juga mengklaim bahwa Inggris adalah republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini menimbulkan reaksi keras dari pemerintah Inggris yang menyatakan bahwa komentar tersebut tidak dapat diterima.
Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris menyampaikan protes resmi terhadap pernyataan Netanyahu, menegaskan bahwa komentar tersebut sama sekali tidak sejalan dengan fakta dan patut dipertanyakan. Pernyataan ini muncul dalam konteks ketegangan yang telah terjadi antara Israel dan negara-negara barat mengenai berbagai isu, termasuk pendapat umum terhadap populasi Muslim di Inggris yang cenderung dianggap kurang tepat jika dilihat dari perspektif demografis.
Netanyahu mendasarkan komentarnya pada narasi yang kerap disebarkan oleh kelompok sayap kanan, yang sering kali mengedepankan kebangkitan Islam di Eropa. Dalam wawancaranya, ia juga memuji pemberitaan positif tentang Israel yang dilakukan oleh Randolph Churchill, jurnalis dan putra mantan perdana menteri, Winston Churchill. “Coba cari hal seperti itu di Inggris saat ini, di tempat yang disebut sebagai republik Islam Inggris,” kata Netanyahu.
Pembawa acara wawancara itu tidak menentang pernyataannya dan malah mempertanyakan apakah Netanyahu terlalu fokus pada Inggris, mengisyaratkan bahwa pandangan serupa juga bisa diterapkan pada negara-negara Eropa lainnya. Netanyahu menegaskan kembali pandangannya, merujuk pada Inggris sebagai republik Islam pertama yang bersenjata nuklir. Situasi ini menambah lapisan kompleksitas dalam hubungan diplomatik antara Israel dan Inggris, serta meningkatkan ketidakpastian dalam dialog tentang populasi Muslim di Eropa.
![Inggris Menolak Sebutan Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris' | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/08/inggris-tak-terima-disebut-pm-israel-netanyahu-sebagai-republik-islam-inggris-tvp.jpg)