Trinityordnance.com – Iran bersiap menghadapi kemungkinan Perang Jilid II, menanggapi berbagai ancaman dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan bahwa negara ini tengah mempersiapkan diri secara menyeluruh, termasuk dengan pengembangan ribuan rudal dan mobilisasi sukarelawan hingga 30 juta orang.
Menurut Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, sebagian besar kapasitas rudal Iran masih dalam kondisi siaga dan belum digunakan. Pernyataan ini disampaikan pada hari Sabtu dalam konteks tingginya kesiapan pertahanan Iran, terutama setelah terlibat dalam pertempuran melawan agresi AS dan Israel. Angkatan Bersenjata Iran dipuji dapat mempertahankan dominasi udara di wilayah yang terlibat konflik, membuktikan kekuatan militer mereka meskipun menghadapi serangan.
Lebih lanjut, Talaei-Nik menegaskan bahwa Iran telah mencapai kemandirian dalam produksi senjata, dengan lebih dari 1.000 jenis senjata yang dihasilkan secara lokal. Hal ini merupakan hasil dari lebih dari 25 tahun investasi di sektor pertahanan, yang melibatkan sekitar 9.000 perusahaan yang bekerja sama dengan militer dan Kementerian Pertahanan. Produksi senjata ini dirancang untuk tetap berlanjut meskipun beberapa fasilitas mengalami kerusakan.
Talaei-Nik juga menyampaikan bahwa strategi Iran melibatkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap blokade ilegal yang diterapkan oleh AS. Menurutnya, langkah ini berfungsi sebagai alat untuk mengukuhkan tuntutan bangsa Iran.
Dengan berbagai langkah ini, Iran menunjukkan komitmennya untuk mempertahankan kedaulatan dan kekuatan militernya di tengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan.
![Iran Siapkan Ribuan Rudal dan 30 Juta Sukarelawan Hadapi Perang | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/04/3-persiapan-iran-hadapi-perang-jilid-ii-dari-ribuan-rudal-hingga-30-juta-sukarelawan-bhd.jpg)