Trinityordnance.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meluncurkan “Paguron,” pusat pembelajaran khusus untuk seni kriya tradisional, sebagai upaya untuk melestarikan profesi perajin lokal yang terancam punah. Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa inisiatif ini muncul setelah ditemukan penurunan signifikan jumlah generasi muda yang tertarik pada industri kreatif, seperti seni anyaman di Tasikmalaya dan Garut, serta seni ukir, lukis, dan batik tulis.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif bulanan kepada para maestro kriya, agar mereka dapat melatih generasi muda dalam bidang mereka masing-masing. “Saya sudah minta kumpulkan para pembatik dan beri mereka gaji yang cukup untuk mengajarkan membatik. Hal yang sama juga dilakukan untuk seni ukir, lukis, dan anyaman,” ucapnya saat acara Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Melalui program ini, para maestro akan memimpin institusi nonformal seperti Paguron Batik dan Paguron Anyaman untuk mentransfer keahlian mereka kepada murid-muridnya. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah hilangnya keterampilan tradisional yang sudah ada sejak lama.
Sunda Karsa Fest sendiri, hasil kolaborasi antara Bank Indonesia dan Dekranasda Jabar, juga berfungsi sebagai wadah untuk mengukur daya saing UMKM di pasar domestik. Dedi berharap bahwa pameran dan festival ini tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, tetapi juga menyebar ke seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat untuk memperluas pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Upaya ini diharapkan dapat memberikan mendorong kembali kepercayaan diri terhadap keberadaan UMKM sebagai pilar penting dalam ekonomi daerah.
![Jabar Ciptakan Sekolah "Paguron" untuk Selamatkan Kriya Lokal | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/06/1001981527.jpg)