Trinityordnance.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sedang mempertimbangkan opsi untuk melakukan delisting terhadap anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Hal ini disebabkan oleh sulitnya meningkatkan porsi saham publik (free float) EPMT, sesuai dengan regulasi terbaru yang ditetapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudy, menyatakan bahwa free float EPMT saat ini hanya mencapai 7,53 persen, sedangkan syarat yang ditetapkan oleh BEI mengharuskan minimal 12,5 persen pada Maret 2027 dan 15 persen pada Maret 2028.
Dalam sebuah Public Expose Live di Jakarta, Kartika mengungkapkan bahwa perseroan tengah melakukan perhitungan internal untuk mengeksplorasi kemungkinan penambahan dalam free float secara eksternal. Peningkatan kepemilikan publik harus dilakukan secara bertahap, dan jika hal itu tidak memungkinkan, delisting menjadi pilihan yang tak terhindarkan. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa belum ada keputusan final mengenai kedua opsi tersebut, dan semua langkah akan mempertimbangkan ketentuan BEI serta tenggat waktu yang berlaku.
Mahasiswa pasar juga diberi kesempatan untuk memberikan masukan terkait langkah yang paling sesuai bagi perusahaan untuk memenuhi ketentuan tersebut. EPMT sendiri berfokus pada distribusi dan perdagangan produk kesehatan, dengan Kalbe Farma sebagai pemegang saham mayoritas.
Seluruh langkah yang diambil oleh Kalbe Farma bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal Indonesia, sementara perusahaan berusaha keras untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada.
![Kalbe Farma Pertimbangkan Delisting EPMT Jika Tidak Penuhi "Free Float" | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/09/upscalemedia-transformed-16.jpeg)