Trinityordnance.com – Sekitar 1.000 kapal terjebak di Teluk Persia dan Teluk Oman akibat konflik yang semakin meluas antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel. Gangguan pada sistem navigasi GPS menjadi penyebab utama terhambatnya pergerakan kapal-kapal ini, yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk kapal kargo dan tanker minyak.
Analis risiko dan kepatuhan senior dari perusahaan intelijen pasar energi, Kpler, Dimitris Ampatzidis, menjelaskan bahwa jumlah kapal yang terjebak tersebut mencakup sekitar 50% dari total kapal yang beroperasi di kawasan itu. Mayoritas kapal saat ini terhalang di perairan dekat Uni Emirat Arab dan Oman, menandakan dampak besar dari konflik yang berlangsung.
Sistem navigasi yang mengalami masalah adalah konstelasi satelit yang biasanya memancarkan sinyal untuk membantu kapal menentukan posisi mereka. Sinyal yang terganggu ini membuat kapal-kapal tersebut kesulitan mendapatkan lokasi secara akurat, yang berpotensi mempengaruhi logistik dan distribusi barang di kawasan tersebut.
Kapal-kapal ini umumnya mengandalkan sinyal GPS sipil, yang merupakan sinyal lebih tua dan lemah yang telah ada sejak awal tahun 1990-an. Dengan terjadinya gangguan sinyal, operasional kapal terhambat dan membuat situasi semakin kompleks di tengah ketegangan yang ada.
Instansi terkait di kawasan tersebut diharapkan segera menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Sementara itu, dampak dari konflik ini terus berlanjut dengan potensi merusak perekonomian kawasan secara lebih luas, seiring dengan banyaknya kapal yang tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka.
![Kapal Terjebak di Teluk, Dampak Perang Iran-AS-Israel Meluas | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/1000-kapal-terjebak-di-teluk-akibat-perang-iran-vs-asisrael-meluas-hnf.jpg)