Trinityordnance.com – Sebanyak 2,2 hektare tanaman padi di Desa Kemuje, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, mengalami gagal panen. Insiden ini disebabkan oleh musim kemarau yang ekstrem serta kerusakan infrastruktur irigasi yang menghalangi pasokan air ke lahan pertanian.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kemuje, Zulham, mengungkapkan bahwa Irigasi Bumang, yang selama ini bergantung pada aliran air, kini tidak bisa lagi berfungsi dengan baik. Dari total 302 hektare potensi sawah di desa tersebut, hanya 132 hektare yang ditanami padi, sedangkan sisanya dibiarkan kosong karena kekurangan air. Dari lahan yang telah ditanami, 2,2 hektare dipastikan gagal panen, terutama tanaman yang ditanam pada bulan Juli. Sementara itu, tanaman yang ditanam sejak Mei masih dalam kondisi baik.
Selain masalah cuaca, terdapat kendala teknis berupa kebocoran pada dua embung utama, yaitu Embung Bumang dan Embung Sawah Lama. Walaupun sumber air sebenarnya mencukupi, kebocoran tersebut menyebabkan air tidak dapat dialirkan ke daerah pertanian. Para petani terpaksa menggunakan pompa air secara mandiri untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih berpotensi.
Bupati Bangka, Fery Insani, menanggapi situasi ini dengan meminta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi untuk segera memperbaiki embung yang bocor. Menurutnya, perbaikan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan suplai air bagi petani. Ia mengimbau para petani untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi lebih parah dibanding tahun lalu, dan untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air guna menjaga pasokan air di lahan mereka.