Site icon trinityordnance

Kemenperin Tingkatkan Produksi Elektronika untuk Daya Saing

[original_title]

Trinityordnance.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus pada pengembangan industri elektronika nasional melalui peningkatan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok. Langkah ini diambil untuk mendorong daya saing industri di dalam negeri di tengah tantangan ekonomi global. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menekankan pentingnya memperkuat sektor ini untuk menjaga ketahanan manufaktur nasional.

Dalam laporan yang disampaikan di Jakarta, Faisol mencatat bahwa pertumbuhan sektor industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik mencapai 9,20 persen pada triwulan II 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan betapa pentingnya sektor tersebut dalam struktur industri nasional. Selain itu, kinerja perdagangan menunjukkan ada surplus neraca perdagangan untuk beberapa produk elektronik, seperti air conditioner (AC) dan refrigerator, yang masing-masing mencatat surplus sebesar 103,70 juta dolar AS dan 96,39 juta dolar AS. Namun, mesin cuci mengalami defisit sekitar 100 juta dolar AS, yang menunjukkan adanya potensi untuk memperbaiki kapasitas produksi domestik.

Faisol menambahkan bahwa untuk memperkuat industri elektronika, pengembangan ekosistem industri secara menyeluruh sangat diperlukan. Ini mencakup penguatan rantai pasok, peningkatan penggunaan komponen lokal, pengembangan sumber daya manusia, serta penerapan teknologi dan inovasi.

Salah satu perusahaan yang turut berkontribusi adalah Midea Electronics Indonesia, yang baru saja meresmikan pabrik baru untuk produk AC dan refrigerator. Midea telah mencapai produksi tiga juta unit, dengan 2,25 juta unit AC, satu juta unit refrigerator, dan 367.500 unit mesin cuci. Perusahaan ini juga intensif dalam kegiatan ekspor, telah mengekspor dua juta unit produk ke kawasan ASEAN dan Amerika Utara.

Kemenperin berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk mendorong industri lokal melalui penerapan berbagai kebijakan, termasuk Standar Nasional Indonesia dan Tingkat Komponen Dalam Negeri, guna meningkatkan kualitas produk dan nilai tambah dari industri manufaktur di Indonesia.

Exit mobile version