Site icon trinityordnance

Kementerian PU Tingkatkan IPA Atasi Masalah Kekeringan Permukiman

[original_title]

Trinityordnance.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berupaya memperbanyak instalasi pengolahan air (IPA) bergerak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, langkah ini diambil setelah meninjau situasi kekeringan di Bekasi dan Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu.

Dody menegaskan pentingnya IPA bergerak, khususnya di daerah yang sulit mengandalkan sumur bor. Sebagai contoh, Pontianak disebutkan sebagai wilayah yang memerlukan solusi alternatif untuk mengolah air bersih. Air yang dihasilkan dari IPA bergerak tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain IPA bergerak, Kementerian PU juga memanfaatkan mobil tangki air untuk mengatasi kecukupan air di permukiman yang terkena dampak kekeringan. Dody mencatat, ketersediaan mobil tangki air saat ini masih terbatas. Untuk itu, Kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendistribusikan air.

Penanganan kebutuhan air bersih, menurut Dody, berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Cipta Karya, sedangkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) akan terlibat jika diperlukan sumber air yang lebih dalam, misalnya untuk sumur dengan kedalaman lebih dari 50 meter.

Kementerian PU juga sedang melakukan kajian untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap kekeringan yang terjadi di kawasan permukiman dan pertanian. Dody berharap kajian ini akan selesai pada tahun ini bersamaan dengan penambahan IPA bergerak.

Berdasarkan data hingga 24 September 2026, penanganan kekeringan telah dilakukan di 2.553 lokasi secara nasional, dengan 2.077 lokasi telah berhasil ditangani. Air bersih sebanyak 48,9 juta liter telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,75 juta jiwa, termasuk di wilayah Jawa Barat di mana sebanyak 286 ribu liter air sudah disalurkan kepada masyarakat terkena dampak.

Exit mobile version