Trinityordnance.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, mengungkapkan bahwa ajang Zayed Award for Human Fraternity 2027 dapat menjadi alat strategis untuk memperkuat ekosistem zakat dan meningkatkan pengakuan global terhadap kontribusi filantropi Islam di Indonesia. Dalam pernyataannya di Jakarta, Sodik menekankan pentingnya kesempatan ini, yang bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi juga untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat dan menunjukkan kontribusi nyata gerakan filantropi Islam dalam konteks internasional.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, turut menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang kuat untuk mempromosikan diplomasi kemanusiaan di kancah global. Menyusul keberhasilan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang telah mendapatkan penghargaan serupa tahun ini, Hilman mengungkapkan bahwa ekosistem filantropi di Indonesia mengedepankan nilai-nilai inklusivitas dan inovasi dalam menangani isu-isu kemanusiaan.
Hilman menggarisbawahi pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan masyarakat sipil dalam mainstreaming zakat, menyoroti kolaborasi yang berhasil dalam merespons bencana dan mengatasi kemiskinan. Ketua Umum Forum Zakat, Wildhan Dewayana, menjelaskan bahwa kekuatan filantropi Indonesia terletak pada kemampuan lembaga-lembaga zakat untuk bekerja sama dalam menghadapi tantangan kemanusiaan, terutama di tengah keberagaman.
Akhirnya, para pemimpin tersebut menyoroti pentingnya visi kolektif dalam menampilkan prestasi Indonesia dalam filantropi Islam, yang bisa menjadi pembeda bagi pengakuan global. Mereka sepakat bahwa ekosistem zakat di Indonesia sangat layak mendapatkan perhatian internasional, tidak hanya dari dua organisasi yang telah meraih penghargaan sebelumnya.
![Ketua Baznas: Zayed Award 2027 Perkuat Ekosistem Zakat | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/08/1000491544.jpg)