Trinityordnance.com – Korea Utara (Korut) mengeluarkan kecaman terhadap Jepang menyusul latihan militer gabungan yang dilakukan bersama Amerika Serikat. Dalam editorial yang diterbitkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin, Pyongyang menuduh Tokyo memanfaatkan situasi global yang tidak menentu untuk membenarkan transformasi menjadi “negara perang.”
Latihan militer yang dinamakan Resolute Dragon ini berlangsung sejak 20 Juni di Okinawa dan Kyushu, dua pulau utama di barat daya Jepang, dan dijadwalkan berakhir pada hari Selasa. Kegiatan ini melibatkan Pasukan Bela Diri Darat Jepang dan Korps Marinir AS, yang dianggap Korut sebagai upaya meningkatkan kemampuan militer Jepang.
Editorial tersebut menyoroti bahwa dengan dukungan pasukan Amerika, Pasukan Bela Diri Jepang semakin mengasah “kemampuan invasi” mereka. Korut menganggap langkah tersebut sebagai ancaman yang dapat menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan Asia Timur.
Sejak akhir Perang Dunia II, Jepang telah membatasi anggaran pertahanannya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Tokyo mulai mengubah strategi militernya, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korut dan ancaman dari China. Hal ini berdampak pada persepsi regional mengenai kekuatan militer Jepang.
Sebagai reaksi terhadap perkembangan ini, Korut mengingatkan bahwa kebangkitan militer Jepang dapat memperburuk hubungan di kawasan dan memicu perlombaan senjata. Situasi ini meningkat seiring dengan ketegangan yang terus berlanjut di Semenanjung Korea.
Dalam konteks global yang serba tidak pasti ini, perhatian terhadap dinamika militer di Asia Timur terus menguat, menimbulkan keprihatinan bagi negara-negara tetangga.
![Korut Klaim Jepang Kini Jadi Negara Militer, Apa Alasannya? | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/06/korut-tuding-jepang-berubah-jadi-negara-perang-apa-pemicunya-vlb.jpg)