Site icon trinityordnance

Lansia Perlu Olahraga untuk Mencegah Risiko Jatuh

[original_title]

Trinityordnance.com – Lansia tetap perlu olahraga untuk menghindari risiko jatuh, yang seringkali mengancam kesehatan mereka. Dokter spesialis kedokteran olahraga, Antonius Andi Kurniawan, menjelaskan bahwa masih banyak anggapan di masyarakat yang menganggap bahwa memasuki usia lanjut berarti harus berhenti beraktivitas fisik. Sementara itu, aktivitas yang tepat sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh dan kualitas hidup di usia senja.

Olahraga bagi lansia tidak memerlukan intensitas tinggi atau harus dilakukan di pusat kebugaran. Menurut dr. Andi, gerakan sederhana yang dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kondisi fisik bisa membantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, dan mobilitas. Banyak lansia dan kelompok pekerja dengan masalah fisik yang belum mendapatkan pengetahuan dan teknik yang tepat untuk berlatih dengan aman.

Salah satu manfaat utama dari olahraga untuk lansia adalah pengurangan risiko jatuh. Hal ini penting, karena jatuh dapat berakibat fatal, seperti cedera serius atau patah tulang, yang sangat mempengaruhi kualitas hidup. Sebagai contoh, Yaya Suharya, Pembina Yayasan Alzheimer Indonesia, tetap aktif bergerak hingga usia 97 tahun. Ia menyatakan bahwa rutin berolahraga membuatnya merasa sehat, bugar, dan mandiri, sekaligus mengurangi risiko jatuh meskipun mendekati usia 100 tahun.

Pentingnya aktivitas fisik bagi lansia tidak dapat diremehkan, dan dirasakan secara langsung oleh banyak individu. Dengan pendekatan yang tepat, olahraga dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia.

Exit mobile version