Trinityordnance.com – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 akan terserap secara optimal oleh pasar kerja. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian acara yang berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Serang, Banten, pada Selasa (1/9/2026). Menurut Yassierli, kementeriannya telah melakukan perombakan menyeluruh terhadap ekosistem balai pelatihan dengan mengimplementasikan kurikulum yang berdasarkan kebutuhan nyata dari dunia usaha dan industri.
Yassierli menegaskan bahwa pendekatan yang diambil telah beralih dari pola lama yang lebih banyak berfokus pada pasokan lulusan menjadi model yang melibatkan industri sebagai pengidentifikasi kebutuhan keterampilan. Dalam pendekatan baru ini, perusahaan tidak hanya menjadi pengguna lulusan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merancang kurikulum, pelaksanaan pelatihan, serta menjamin rekrutmen setelah pelatihan selesai.
Dari 30.000 pendaftar yang mengikuti seleksi, sebanyak 12.128 orang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini, dengan fokus di bidang-bidang seperti pengelasan (welding), keterampilan digital (AI digital skill), agroforestri, dan perhotelan. Setelah menuntaskan pelatihan gratis, lulusan akan menerima sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia industri.
Yassierli menambahkan bahwa meskipun jumlah peserta saat ini terlihat lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan tenaga terampil di lapangan, lulusan vokasi yang berkualitas kini sangat dibutuhkan oleh berbagai perusahaan. Penyesuaian kurikulum ini dianggap sebagai solusi yang efektif untuk mendorong generasi muda dalam mendapatkan pekerjaan yang relevan dan meningkatkan produktivitas di sektor tenaga kerja.
![Lulusan Vokasi Terserap Berkat Kurikulum Industri, Kata Menaker | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/09/1000934282.jpg)