Trinityordnance.com – Sensus Ekonomi 2026 menjadi faktor penting bagi Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa pelaksanaan sensus ini akan menghasilkan data komprehensif tentang berbagai aspek kegiatan ekonomi di Indonesia. Data yang dikumpulkan akan mencakup perkembangan sektor usaha, persebaran kegiatan ekonomi, karakteristik skala usaha, dan penggunaan tenaga kerja.
Yassierli menambahkan bahwa informasi ini berguna untuk memetakan lapangan kerja, kebutuhan keterampilan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas. Selain itu, hasil sensus diharapkan dapat membantu pemerintah mengidentifikasi sektor dan wilayah yang potensial dalam penyerapan tenaga kerja serta memahami kebutuhan kompetensi di dunia kerja yang terus berubah.
Dengan memanfaatkan data sensus, penyelenggaraan pelatihan vokasi diharapkan bisa diselaraskan dengan kebutuhan industri. Ini diharapkan akan meningkatkan efektivitas penempatan tenaga kerja dan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global. “Sensus Ekonomi ini untuk kita semua, untuk Indonesia, serta untuk generasi mendatang,” tegas Yassierli.
Di sisi lain, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dia menyampaikan harapan akan sinergi yang kuat antara BPS, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perindustrian, serta komitmen dari berbagai asosiasi dan pelaku usaha. Sosialisasi yang masif di sektor industri serta dukungan antarkementerian juga menjadi fokus dalam kelancaran proses pendataan di lapangan.
![Menaker: Sensus Ekonomi Dukung Kebijakan Ketenagakerjaan | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/07/d0b03f07-d98b-4ba6-b409-5adb6a8c9b4e.jpeg)