Trinityordnance.com – UY Scuti, bintang merah superraksasa yang terletak jauh di rasi bintang Scutum, sekitar 5.100 tahun cahaya dari Bumi, dikenal sebagai salah satu objek terbesar di Galaksi Bima Sakti. Jika UY Scuti ditempatkan di pusat Tata Surya, radiusnya yang sangat besar dapat menelan planet-planet mulai dari Merkurius hingga melampaui orbit Jupiter. Awalnya, ukuran bintang ini diperkirakan mencapai 1.708 kali radius Matahari, namun data terbaru dari satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA) memperkirakan radiusnya kini sekitar 909 kali radius Matahari.
Meskipun demikian, UY Scuti tetap diakui sebagai monster kosmik. Menariknya, meskipun volumenya sangat besar, massa UY Scuti hanya diperkirakan antara 7 hingga 10 kali massa Matahari, menjadikannya paradoks kosmik karena densitasnya yang rendah. Atmosfer UY Scuti yang sangat luas dipicu oleh suhu ekstrem di intinya, menjelaskan mengapa bintang ini memiliki ukuran yang sangat besar tetapi massa yang relatif ringan.
UY Scuti juga tergolong bintang variabel semireguler yang mengalami pergeseran kecerahan dengan periode sekitar 740 hari. Saat ini, UY Scuti berada di fase akhir kehidupannya. Para astronom memprediksi bahwa dalam beberapa juta tahun mendatang, bintang ini akan mengakhiri hidupnya dalam ledakan supernova yang sangat spektakuler.
Ledakan ini diharapkan dapat meninggalkan puing-puing yang bisa membentuk bintang neutron atau bahkan lubang hitam, salah satu objek paling misterius di alam semesta. Meskipun statusnya sebagai bintang terbesar masih diperdebatkan dengan kandidat lain seperti Stephenson 2-18, UY Scuti tetap menjadi simbol kekuatan dan kerentanan manusia di tengah keagungan semesta yang tak terhingga.
![Menelusuri Keajaiban UY Scuti, Raksasa Merah Bima Sakti | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/01/1768056722_ce57e690f1172c65474e.jpeg)