Trinityordnance.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa produksi beras nasional dijamin terjaga melalui penambahan alokasi 1 juta ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) medium. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tengah potensi gangguan akibat fenomena El Nino yang mempengaruhi musim kemarau.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Amran setelah rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan kementerian terkait di Jakarta pada hari Senin. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah sepakat untuk memperkuat pasokan beras di pasar dengan meningkatkan alokasi beras SPHP.
Langkah konkret yang diambil antara lain mempercepat penyaluran beras SPHP serta memperbanyak distribusi beras medium dan premium ke jaringan ritel. Selain itu, pemerintah juga menghentikan impor beras pecah atau menir, serta melaksanakan operasi pasar besar-besaran untuk menekan harga.
Menteri Amran menekankan bahwa kebijakan ini sebagai respons proaktif terhadap tantangan yang dihadapi di sektor pertanian, terutama memasuki musim kemarau. Dengan tambahan 1 juta ton beras SPHP, pemerintah bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses beras dengan harga terjangkau.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa penambahan pasokan ini akan diimplementasikan dari Oktober hingga Desember 2026, dan berlanjut hingga periode panen berikutnya. Kebijakan ini diharapkan dapat mengatasi potensi lonjakan harga beras, memastikan ketersediaan pangan, dan menjaga stabilitas di pasar.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan masyarakat di seluruh Indonesia.
![Mentan: Produksi Beras Terjaga, SPHP Medium Naik 1 Juta Ton | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/09/32300368-49EF-4B39-BF02-4D4ECDEF441D.jpeg)