Trinityordnance.com – Pameran industri makanan dan minuman (F&B) diharapkan dapat memperkuat pengembangan produk kuliner Nusantara untuk menembus pasar internasional, dengan memanfaatkan teknologi untuk menjaga kualitas. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (Gaphrindo), Vera Umbara, dalam sebuah keterangan yang diterima di Jakarta.
Vera menekankan pentingnya teknologi dalam proses preservasi makanan, mengingat kekayaan resep kuliner dari Sabang hingga Merauke yang dimiliki Indonesia. Menurut Kementerian Perindustrian, industri F&B mengalami pertumbuhan sebesar 6,49 persen pada kuartal III-2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas dan ekonomi nasional.
Untuk dapat bersaing di pasar global, produk kuliner Indonesia harus mendapatkan dukungan dalam pengolahan dan kemasan. Vera juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), banyak dari mereka sudah memiliki produk, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Dini Zainuddin, menilai bahwa pengembangan kuliner Indonesia memiliki potensi besar, khususnya di pasar China. Dini menyarankan perlunya mengenalkan produk minuman khas daerah, seperti rempah-rempah, yang kurang dikenal di luar negeri.
Pameran MoreFood Expo 2027, yang akan berlangsung pada 8-11 April mendatang di Jakarta International Expo, diharapkan dapat menjadi platform bagi pelaku usaha untuk menjalin kerja sama dan memperluas pasar. Dengan lebih dari 200 exhibitor dari berbagai negara, acara ini bertujuan membuka akses terhadap teknologi dan peluang perdagangan yang lebih luas bagi industri F&B Indonesia.
![Pameran F&B Tingkatkan Kuliner Nusantara ke Pasar Global | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/09/1000632208.jpg)