Trinityordnance.com – Keluhan pedagang ikan hias di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, semakin mencuat. Mereka mengungkapkan kesulitan yang dihadapi akibat melemahnya daya beli masyarakat dan tantangan pasar yang semakin berat. Pedagang menilai bahwa pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat belum memadai untuk memenuhi kebutuhan mereka.
KPKP memiliki peran penting dalam pengawasan serta pemberian bimbingan teknis, namun di lapangan, banyak pedagang merasa harus berjuang sendiri tanpa dukungan yang cukup. Mereka menghadapi beragam tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan tentang perawatan ikan hingga strategi pemasaran yang kurang efektif.
Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) juga menyuarakan harapan agar KPKP tidak hanya fokus pada pengawasan. Mereka meminta agar instansi tersebut lebih aktif dalam memberikan pendampingan yang berkelanjutan. “Kami memerlukan dukungan dalam perawatan ikan, peningkatan kualitas produk, dan strategi untuk menarik kembali minat pembeli,” ungkap Imron, seorang pedagang ikan.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada kondisi fasilitas di TPHP Cengkareng. Banyak yang menilai infrastruktur yang ada sudah mulai menua, dan penataan area parkir serta fasilitas umum seperti toilet dan kantin perlu diperbaiki agar lebih representatif.
Para pedagang berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah, mereka dapat kembali bersaing dan menarik minat pembeli, sehingga usaha mereka dapat bertahan di tengah tantangan yang ada.
![Pembinaan Belum Optimal, Toko Masih Sepi Pembeli | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/04/jeritan-pedagang-ikan-hias-cengkareng-sepi-pembeli-pembinaan-belum-optimal-rpt.jpeg)