Trinityordnance.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur telah meluncurkan teknologi digital berupa Virtual Reality (VR) yang bertema “Virtual Journey to Green Power”. Teknologi ini bertujuan untuk memberi wawasan tentang perkembangan energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Timur. Dengan inovasi ini, pengguna dapat memantau proyek pembangkit listrik berbasis EBT, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen, langsung dari lokasi kantor PLN di Surabaya.
General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menjelaskan bahwa sistem digital ini memungkinkan pengendalian dan evaluasi pembangkit listrik dari satu lokasi terpusat. Dalam kesempatan itu, sekitar 30 awak media diajak untuk merasakan pengalaman menggunakan teknologi VR ini. PLTSa Benowo, hasil kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Surabaya, mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Dari angka tersebut, 600 ton diolah melalui gas metana dan 1.000 ton melalui gasifikasi, dengan total produksi energi bersih mencapai 166,1 Gigawatt jam (GWh) pada 2024.
Di PLTP Ijen, peserta VR diperkenalkan pada sumur produksi panas bumi, yang berfungsi menyalurkan fluida panas bumi untuk menghasilkan energi. Saat ini, total kapasitas daya pembangkit berbasis EBT di Jawa Timur mencapai 293 MW, yang masih tergolong kecil dibandingkan dengan pembangkit berbahan bakar fosil. PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi EBT, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Madura, yang diperkirakan dapat beroperasi penuh pada tahun 2027. Ahmad menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai alat edukasi masyarakat dalam memahami pengembangan energi yang ramah lingkungan.
![PLN Gunakan VR untuk Menelusuri Progres EBT di Jatim | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_5354.jpeg)