Trinityordnance.com – PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data di Indonesia melalui kolaborasi. Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menjelaskan bahwa dukungan terhadap pusat data akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pemanfaatan infrastruktur yang ada. Selanjutnya, PLN akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk membangun infrastruktur seperti pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik.
Dalam pernyataannya, Isnandar menekankan pentingnya tarif keekonomian untuk menjaga agar subsidi listrik tidak terbebani secara berlebihan. Dengan penerapan tarif bisnis, PLN berupaya untuk mengakomodasi semua permintaan dari pusat data yang semakin meningkat. Menurut rencana PLN, dalam dekade mendatang, transisi energi menjadi tantangan besar, dengan fokus pada pengembangan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan seperti yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Isnandar menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan listrik pusat data yang kini mencapai 20 gigawatt di luar kebutuhan tambahan 69,5 gigawatt, PLN diharuskan membangun kapasitas pembangkit listrik yang signifikan. Dalam konteks ini, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan kawasan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai hub pusat data baru.
Bahlil menekankan bahwa pertumbuhan industri digital akan meningkatkan permintaan energi yang besar, di samping kebutuhan akan air yang juga signifikan. Ditambahkan juga bahwa perencanaan yang matang sangat penting agar pengembangan pusat data tidak membawa dampak negatif terhadap sumber daya lokal. Ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menarik investasi teknologi sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
![PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik Data Center di Indonesia | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/10/1334.jpg)