Trinityordnance.com – Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin, menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama (NU) di masa depan akan semakin kompleks. Dalam sambutannya pada acara Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah dan Sarasehan Alim Ulama yang berlangsung di Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta pada Sabtu (14/2/2026), dia menekankan pentingnya pola pikir yang ditanamkan oleh pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, sebagai rujukan untuk menghadapi tantangan ini.
Ma’ruf Amin menilai KH Wahab Hasbullah sebagai tokoh visioner yang mampu memikirkan masa depan dan responsif terhadap perkembangan zaman. “Beliau adalah sosok yang berpikir ke depan dan sensitif terhadap keadaan,” ungkap Ma’ruf. Ia juga memberikan contoh mengenai inisiatif Mbah Wahab, yang melahirkan forum diskusi bernama tashwirul afkar. Forum ini bertujuan untuk memperluas wawasan para ulama tentang isu-isu kontemporer.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai alim ulama dan tokoh masyarakat, menciptakan suasana dialog yang konstruktif. Dengan memanfaatkan pemikiran KH Wahab, Ma’ruf berharap NU dapat menemukan solusi bagi permasalahan yang muncul, sekaligus tetap relevan di tengah perubahan sosial dan budaya yang cepat. Penekanan pada pentingnya kerja sama dan komunikasi antar ulama menjadi bagian dari strategi ke depan.
Kesadaran akan tantangan ini menunjukkan bahwa NU, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, perlu terus beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi dinamika zaman. Melalui peringatan seperti ini, kalangan ulama diharapkan dapat bersatu dan menentukan arah yang tepat untuk keberlangsungan nilai-nilai keagamaan di masa mendatang.
![Pola Pikir Kiai Wahab Jadi Acuan Di Era Modernisasi | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/02/tantangan-nu-di-masa-depan-lebih-sulit-kh-maruf-amin-pola-pikir-kiai-wahab-jadi-rujukan-uvm.jpg)