Trinityordnance.com – Pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali menandai langkah penting dalam implementasi pengolahan sampah modern di Indonesia. Proyek ini telah melewati berbagai tahapan teknis dan investasi, serta diperkirakan akan beroperasi secara bertahap pada semester I tahun 2028.
Fasilitas tersebut akan dibangun di Pedungan, Denpasar Selatan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Chief Executive Officer (CEO) PT Daya Energi Bersih Nusantara (Danera), Fadli Rahman, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada pembangkit listrik, tetapi juga pada sistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fadli menyatakan, “Kami ingin memastikan sampah residu diolah secara bertanggung jawab untuk menyediakan energi bersih dan berkelanjutan.”
Proses pengolahan di PSEL Bali akan menggunakan teknologi moving grate incinerator, yang memenuhi standar emisi ketat. Sampah campuran akan dikeringkan terlebih dahulu dan dibakar pada suhu tinggi untuk menghasilkan uap bertekanan yang menggerakkan turbin, menghasilkan listrik yang disalurkan ke PLN. Selain itu, residu dari proses ini akan dimanfaatkan kembali.
Pembangunan fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan dan mengolah sekitar 44 persen dari total sampah di Pulau Bali, serta membuka 1.200 lapangan kerja hijau bagi tenaga kerja lokal. Proyek ini juga berkontribusi dalam pengurangan risiko kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tempat pemrosesan akhir.
Investasi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai Rp3 triliun, dan PLN telah menyiapkan tarif jangka panjang sebesar 0,20 dolar Amerika Serikat per kilowatt-jam. Bali menjadi lokasi pertama dalam proyek ini, yang juga mencakup wilayah lain seperti Bekasi dan Bogor, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.
![Proyek PSEL Bali Awali Era Baru Pengolahan Sampah Modern | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/07/1000641345.jpg)