Trinityordnance.com – PT PAL Indonesia melalui Direktur Utama Kaharuddin Djenod menegaskan komitmennya untuk melibatkan industri dan mitra lokal dalam setiap proyek pembuatan kapal, baik untuk pasar domestik maupun internasional. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Surabaya, pada Rabu, Kaharuddin mengemukakan pentingnya membangun ekosistem industri maritim di Indonesia.
Salah satu contoh nyata dari pelibatan mitra lokal adalah pada proyek pembuatan kapal perang Future Landing Dock (LD)-603 untuk Angkatan Laut Filipina. Kaharuddin menjelaskan bahwa kolaborasi ini memungkinkan ratusan mitra lokal berkontribusi dalam proses produksi dengan menyediakan komponen vital untuk kapal tersebut. Upaya ini tidak hanya mendorong tingkat komponen dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kemampuan industri lokal.
Kaharuddin menekankan bahwa perusahaan akan terus berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap produk yang dihasilkan. “Kami bertekad untuk memastikan bahwa mitra lokal kami dapat terus berperan serta dalam setiap proyek,” tuturnya. Selain LD-603 yang baru selesai hanya dalam enam bulan, PT PAL juga telah menyelesaikan pembangunan dua unit Strategic Sealift Vessel (SSV) dan proyek Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk BRP Tarlac-601.
Vice Admiral Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, Flag Officer in Command Angkatan Laut Filipina, mengungkapkan bahwa kapal-kapal yang diproduksi oleh PT PAL memiliki potensi besar untuk memperkuat kemampuan Angkatan Laut Filipina dalam mengangkut personel dan logistik ke berbagai wilayah. Ia juga menegaskan bahwa proyek ini menjadi simbol kemitraan yang solid antara kedua negara dalam bidang maritim.
![PT PAL Komitmen Libatkan Mitra Lokal Dalam Proyek Kapal | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-06-30-at-20.45.10.jpeg)