Site icon trinityordnance

Rainforest Alliance Dukung Peralihan ke Pertanian Regeneratif

[original_title]

Trinityordnance.com – Laporan Tahunan Rainforest Alliance (RA) 2025 berjudul “Regeneration Takes Root” menyoroti dampak signifikan investasi berkelanjutan terhadap petani dan lingkungan di Indonesia. Dalam laporan ini, Rainforest Alliance mencatat kemajuan dalam penghidupan petani melalui restorasi ekosistem dan transformasi pasar yang menjangkau wilayah seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Barat.

Menurut Kriti Gupta, Corporate Communication Manager Rainforest Alliance Asia Pasifik, Indonesia menduduki peringkat sebagai produsen kakao bersertifikasi terbesar di Asia Pasifik, dengan produksi mencapai 41.400 metrik ton di area seluas 63,3 ribu hektare. Sekitar 56.000 petani di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi dalam program kakao ini hingga 2025. Di segmen kopi, terdapat peningkatan sebesar 29 persen dalam volume kopi bersertifikasi, dari 20,2 ribu metrik ton pada 2024 menjadi 25,9 ribu metrik ton pada tahun lalu.

Rainforest Alliance juga meluncurkan Standar Pertanian Regeneratif yang bertujuan memperkuat komitmen petani dan perusahaan terhadap praktik berkelanjutan. Santiago Gowland, CEO Rainforest Alliance, menjelaskan bahwa standar baru ini bertujuan untuk mengukur dampak terhadap tanah dan keanekaragaman hayati secara akurat. Aksi ini penting untuk menanggulangi tantangan seperti perubahan iklim dan deforestasi yang mengancam ekosistem di Indonesia, yang memiliki hutan hujan tropis kaya.

Dengan lebih dari 80 program yang melibatkan komunitas di 64 negara, Rainforest Alliance berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung perlindungan ekosistem. Pada 2025, organisasi ini diperkirakan dapat mengurangi emisi sebesar 5,5 juta metrik ton, setara dengan menghilangkan 1,2 juta kendaraan dari jalan. Namun, meskipun ada kemajuan, Rainforest Alliance menekankan perlunya lebih banyak dukungan bagi petani untuk mencapai pertanian regeneratif di seluruh dunia.

Exit mobile version