Trinityordnance.com – Rutan Kelas IIB Banda Aceh berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan di antara bangunan untuk program ketahanan pangan warga binaan pemasyarakatan. Langkah ini diutarakan oleh Kepala Rutan, Hari Kurniawan, pada Rabu di Aceh Besar, saat menjelaskan bahwa inisiatif ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dalam upaya tersebut, lahan seluas 350 meter persegi dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura serta kegiatan peternakan dan perikanan. Kurniawan menyebutkan bahwa meskipun lahan terbatas, hasil yang dicapai cukup signifikan dalam mendukung ketahanan pangan di rutan. Kegiatan ini melibatkan aktifitas warga binaan, yang sebelumnya mendapatkan pembekalan mengenai teknik pertanian dan peternakan, termasuk beternak ayam dan bebek serta budidaya ikan.
Bekerja sama dengan mereka yang magang di Rutan Banda Aceh, warga binaan diajari keterampilan baru yang bermanfaat bagi mereka di masa depan. Kurniawan menjelaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rutan, tetapi juga untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka bebas.
Sebagai bagian dari program ini, warga binaan yang mengelola lahan juga menerima premi sebesar 15 persen dari hasil panen, yang disimpan di bank untuk dicairkan saat mereka keluar dari rutan. Dengan inisiatif ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan manfaat nyata dari keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian serta mempersiapkan diri untuk kehidupan pasca pemenjaraan.
![Rutan Banda Aceh Manfaatkan Lahan untuk Ketahanan Pangan | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/10/lahan-pangan-rutan-bna.jpg)