Site icon trinityordnance

Samuel Sekuritas: Suku Bunga dan Rupiah Penentu Pemulihan IHSG

[original_title]

Trinityordnance.com – Ekspektasi mengenai suku bunga acuan dan nilai tukar rupiah menjadi faktor krusial bagi pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sisa tahun 2026. PT Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan hal ini, mengingat pertanyaan utama investor adalah kapan IHSG dapat kembali mengalami penguatan setelah mengalami tekanan di tahun ini.

Managing Director PT Samuel Tumbuh Bersama, Tae Yong Shim, menjelaskan bahwa dalam sejarah, IHSG sering kali menunjukkan pemulihan berbentuk V setelah penurunan tajam, namun prasyarat tersebut harus dipenuhi untuk mencapai stabilitas. Terutama, dia menekankan pentingnya posisi rupiah dan suku bunga yang memiliki korelasi negatif terhadap IHSG. Kelemahan rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi cenderung menekan pasar saham, sedangkan stabilisasi di kedua faktor ini berpotensi memicu pemulihan yang lebih baik.

Shim memperkirakan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah mencapai puncaknya pada semester pertama 2026. Dia menambahkan bahwa jika kondisi ini membaik, tidak ada lagi alasan bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Saat ini, pasar memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga hingga kuartal terakhir 2026 atau awal 2027.

Dari segi likuiditas, uang beredar di Indonesia tercatat sebesar Rp10.371 triliun, tumbuh 8 persen year on year. Ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki likuiditas yang cukup untuk kembali berinvestasi ketika sentimen pasar berbalik.

Sejak Juni 2026, aliran dana asing ke Indonesia menunjukkan perbaikan, dengan investor mulai membeli obligasi dan saham domestik. Shim menyimpulkan bahwa valuasi saham saat ini sudah cukup menarik dan peluang pemulihan pasar semakin terbuka, yang memungkinkan investor untuk mengurangi porsi kas dan meningkatkan alokasi ke aset berisiko.

Exit mobile version