Trinityordnance.com – Kegiatan Kajian Ramadan 1447 H diselenggarakan di Mesjid Endan Andansih, Purwakarta, pada hari Sabtu (14/3/2026) dengan tujuan utama untuk memperkuat ikatan sosial melalui santunan kepada anak yatim dan dhuafa. Dalam rangkaian acara tersebut, disalurkan pula bantuan sembako kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tamu undangan, menciptakan suasana khidmat yang erat.
Hery Susanto, anggota Ombudsman RI yang bertindak sebagai pembicara kunci, menekankan pentingnya Ramadan sebagai momentum untuk menyeimbangkan antara ibadah spiritual dan tanggung jawab sosial. Ia mengungkapkan bahwa nilai keberagamaan tidak hanya muncul dari hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama. “Ibadah harus melahirkan kepekaan sosial. Ketika kita mampu merasakan kesulitan orang lain, di situlah kemanusiaan dan keimanan bersinergi,” katanya.
Dalam acara ini, sekitar 1.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat untuk meringankan beban selama bulan puasa. Hery menilai kegiatan tersebut memiliki arti lebih mendalam ketimbang bantuan material biasa, karena mampu memperkuat solidaritas dan kepercayaan di antara masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan dan ketahanan sosial dalam menghadapi tantangan global. “Masyarakat harus terus memperkuat persatuan dan kepedulian. Sebuah bangsa yang kuat adalah yang anggotanya saling menjaga dan membantu,” tambahnya.
Hery berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk membantu yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, yang menjadi fondasi bangsa Indonesia. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI setempat.
![Santunan Yatim dan Duafa: Bentuk Kebaikan di Ramadan | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/03/1773502265_ee76d8b10c7bea4847f5.jpeg)