Site icon trinityordnance

Sapu Bersih di Tangan Pemimpin Masa Depan

Trinityordnance.com – Kunjungan Syaikh Abdul Aziz al-Thani dari Qatar ke Pondok Pesantren Darunnajah di Jakarta menyimpan momen yang menarik. Saat berkeliling kompleks pesantren, Syaikh Abdul Aziz menyaksikan sejumlah santri remaja sedang menyapu halaman asrama dengan sungguh-sungguh. Ketika ia bertanya kepada pengasuh mengapa pekerjaan ini tidak diserahkan kepada tukang kebun, jawaban yang diterima mengungkapkan prinsip pendidikan kepemimpinan.

Pengasuh menjelaskan bahwa mereka sedang membentuk pemimpin sejati yang memahami arti melayani. “Pemimpin kaum adalah pelayan mereka,” ucap sang pengasuh, yang menjelaskan bahwa santri tidak hanya bertugas membersihkan, tetapi juga beribadah melalui pelayanan kepada kepentingan bersama. Pencerahan terasa jelas di wajah Syaikh Abdul Aziz saat mengerti nilai pendidikan ini.

Fenomena serupa juga terjadi di Tokyo, di mana setiap hari, siswa di sebuah sekolah dasar melaksanakan jam o-soji, waktu bersih-bersih. Semua siswa, tanpa kecuali, membersihkan kelas, koridor, dan toilet. Yutaka Okihara, penulis buku mengenai tradisi ini, menyatakan bahwa setiap pekerjaan, termasuk yang berkaitan dengan kebersihan, harus dilakukan secara setara oleh semua siswa.

Di Indonesia, pesantren-pesantren seperti Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pesantren Darunnajah mempertahankan tradisi khidmah atau pelayanan sebagai bagian dari pendidikan karakter. Di sini, santri dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak pejabat dan pengusaha, bersatu dalam tugas menjaga kebersihan dan keamanan. Konsep ini menghilangkan batasan sosial, menekankan bahwa setiap santri berkontribusi dalam membangun kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, tanpa melihat status sosial mereka.

Exit mobile version