Site icon trinityordnance

Sawit Harus Ditingkatkan Nilai Tambahnya, Kata BPDP

[original_title]

Trinityordnance.com – Keunggulan produksi sawit nasional harus diiringi dengan peningkatan nilai tambah produk hilir, pengembangan teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman, saat konferensi pers di Jakarta pada Senin.

Eddy menghargai posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, namun menekankan bahwa pencapaian tersebut seharusnya diimbangi dengan inovasi dan pengembangan di sektor lain. “Kita tidak boleh berhenti di sini. Keunggulan produksi tidak cukup tanpa keunggulan teknologi dan SDM yang mumpuni,” ujarnya.

Perubahan kebutuhan global yang cepat, termasuk isu perubahan iklim dan tuntutan keberlanjutan, menuntut industri sawit untuk bertransformasi. Eddy menekankan pentingnya ekosistem riset yang kuat demi mendorong hilirisasi sawit, terutama untuk usaha sawit rakyat yang masih memiliki potensi berkembang.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa riset terkait produk turunan kelapa sawit berperan penting dalam meningkatkan produktivitas. “Setiap inovasi akan melahirkan produk baru, yang pada gilirannya membuka peluang industri baru, menciptakan investasi dan lapangan kerja,” tambah Eddy.

Sebagai bagian dari upaya ini, BPDP menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta pada 20-21 Juli, yang menampilkan inovasi dalam pengelolaan sawit berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup seminar, pameran riset, dan forum kolaborasi antara peneliti, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa.

Dengan memfokuskan pada enam bidang utama, seperti bioenergi dan budidaya serta pascapanen, kegiatan ini diharapkan dapat mengakselerasi hilirisasi industri sawit demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Exit mobile version