Trinityordnance.com – Serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap kelompok Houthi di Yaman dinilai tidak efektif, menurut Rob Geist Pinfold, seorang ahli keamanan internasional dari King’s College London. Pinfold menyatakan bahwa meskipun ada upaya militer dari Saudi, serangan rudal yang diluncurkan oleh Houthi kemungkinan akan terus berlanjut.
Pinfold mengungkapkan bahwa rudal-rudal tersebut dapat dengan mudah diluncurkan dari truk tanpa memerlukan tempat peluncuran tetap, membuatnya sulit untuk dijadikan sasaran. Hal ini berdampak pada infrastruktur vital di Riyadh, yang telah menjadi sasaran serangan tersebut. Mengingat terbatasnya efektivitas serangan udara, dia merekomendasikan pengerahan pasukan darat ke Yaman sebagai langkah strategis.
Meskipun demikian, Arab Saudi tampaknya enggan mengerahkan pasukan tempur ke lapangan. Pinfold mencatat bahwa walaupun ada kelompok anti-Houthi dan pasukan pro-pemerintah yang bertugas, masalah utama terletak pada kendali dan komando pasukan tersebut. Arab Saudi belum sepenuhnya mampu mengawasi dan memastikan bahwa kelompok-kelompok ini dapat memenuhi tujuan strategisnya.
Pertempuran di Taiz semakin memanas, di mana pasukan Houthi berupaya mengepung kota tersebut. Mereka telah mengambil alih beberapa distrik yang mengarah ke Jebel Sabar, sebuah titik strategis yang memungkinkan pengawasan lebih baik terhadap pergerakan militer dan jalur logistik. Penguasaan wilayah ini bisa memberikan keunggulan militer bagi Houthi untuk merebut kota, tanpa harus memasukkan pasukan secara langsung ke dalam area tersebut, yang semakin mempersulit posisi Arab Saudi.
![Serangan Udara Gagal, Ahli Militer Sarankan Pasukan Darat Saudi | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/10/serangan-udara-tidak-efektif-pakar-militer-sarankan-saudi-kirim-pasukan-darat-ke-yaman-jaw.jpg)