Site icon trinityordnance

Surat Maryam: Asbabun Nuzul, Pesan Utama, dan Keutamaannya

[original_title]

Trinityordnance.com – Surat Maryam, yang merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an dengan 98 ayat, dikenal sebagai salah satu surat Makkiyah yang menggambarkan kekuasaan Allah SWT serta keajaiban kelahiran. Nama “Maryam” diambil dari ibunda Nabi Isa AS, menjadikannya satu-satunya nama wanita yang diabadikan sebagai nama surat.

Surat ini tidak hanya dikaitkan dengan doa untuk kelancaran persalinan, tetapi juga mencerminkan fondasi akidah. Salah satu tujuan turunnya Surat Maryam adalah untuk memberikan kekuatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat saat menghadapi tantangan dari kaum Quraisy di Makkah. Selain itu, terdapat sejarah khusus mengenai turunnya ayat tertentu, seperti ayat 64, yang di mana Malaikat Jibril terlambat mengantarkan wahyu, menyebabkan Nabi Muhammad merasa gelisah hingga akhirnya Jibril menegaskan bahwa segalanya tunduk pada kuasa Allah.

Surat ini juga mengajak ummat untuk memahami konsep ketuhanan dan anak melalui kisah Nabi Zakaria, Maryam, dan Nabi Isa AS. Beberapa pesan kunci dalam Surat Maryam mencakup pengakuan akan kemahakuasaan Allah dalam menciptakan mukjizat, penegasan tentang tauhid, serta keteladanan dari para nabi dalam menghadapi ujian.

Membaca dan merenungi Surat Maryam diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa, menciptakan harapan bagi keturunan yang shalih, serta mendapatkan pahala yang berlipat. Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi bahwa pembaca surat ini akan mendapatkan banyak kebaikan, termasuk imbalan yang setara dengan kesabaran para nabi. Dalam situasi yang penuh tantangan, keyakinan kepada Allah menjadi kunci utama dalam menjalani hidup.

Exit mobile version