Trinityordnance.com – Tim boccia Indonesia menargetkan meraih minimal dua medali emas dalam ASEAN Para Games yang akan berlangsung di Thailand pada 20–26 Januari 2025. Pelatih Andrian menjelaskan bahwa target ini dianggap realistis mengingat ketatnya persaingan di ajang tersebut, terutama dari tim tuan rumah yang akan menurunkan kekuatan penuh.
Indonesia akan mengikuti 11 nomor pertandingan, dengan fokus utama pada nomor individual BC1 putra dan BC2 putri. Tim Indonesia terdiri dari sebelas atlet, enam di antaranya adalah putra dan lima putri. Mereka akan berkompetisi di kategori individual BC1 hingga BC4, serta nomor ganda campuran BC3 dan BC4, serta tim BC1/BC2.
Dari perspektif pelatihan, Andrian menekankan bahwa ASEAN Para Games merupakan level persaingan yang sangat tinggi untuk cabang olahraga boccia. Tim telah melakukan persiapan intensif selama dua bulan terakhir, dengan program latihan yang berakhir pekan lalu. Selain teknik dan konsistensi permainan, pelatihan juga difokuskan pada mental bertanding melalui simulasi pertandingan.
Melihat komposisi usia, tim boccia Indonesia diisi oleh atlet lintas generasi. Atlet termuda adalah Intan Cahaya Putri berusia 15 tahun, yang pernah tampil di kejuaraan internasional di Dubai, sementara atlet senior adalah Faris Sugiarta yang berusia 33 tahun. Felix Adi Yudha dan Fendy Kurnia Pamungkas, masing-masing berusia 32 tahun, juga merupakan bagian dari tim, dengan Felix dipercayakan sebagai kapten.
Keberangkatan tim ke Thailand semakin ditekankan dengan penguatan mental dan motivasi atlet. Pelatih berharap, dengan persiapan yang matang, anak-anak didiknya bisa berprestasi di ajang bergengsi tersebut.
![Tim Boccia Indonesia Targetkan Dua Emas di APG 2025 | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/01/1000247370.jpg)