Site icon trinityordnance

Wamen ESDM: Jargas CNG Percepat Energi di Daerah Tanpa Pipa

[original_title]

Trinityordnance.com – Pada tahun 2026, pemerintah Indonesia menargetkan 160 ribu sambungan rumah tangga untuk jaringan gas bumi (jargas) berbasis Compressed Natural Gas (CNG). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa lelang untuk proyek ini direncanakan berlangsung pada akhir Juli 2023, dengan fokus pada wilayah di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Yuliot menambahkan, pengembangan jargas ini bertujuan untuk mempercepat akses masyarakat terhadap energi bersih, khususnya di daerah yang belum dilengkapi jaringan pipa gas. “Kami sedang melakukan kajian kesiapan di berbagai kota, dan pengembangan disesuaikan dengan kedekatan daerah terhadap sumber gas bumi,” ujarnya saat melakukan peninjauan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Di Sleman, implementasi jargas berbasis CNG telah memberikan 4.545 sambungan untuk rumah tangga, serta melayani enam pelanggan kecil dan empat pelanggan komersial. Jaringan distribusi gas mencapai panjang lebih dari 141 kilometer, dan rata-rata penyaluran gas per bulan mencapai sekitar 84 ribu meter kubik.

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menambahkan bahwa inovasi CNG Clustering menjadi solusi untuk menjangkau wilayah yang belum terhubung dengan jaringan gas utama. Ia menjamin bahwa penggunaan teknologi ini aman karena didukung oleh sistem pengawasan yang ketat serta pengaturan tekanan yang andal.

Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung penyebaran energi bersih, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan ketersediaan pasokan gas yang berkelanjutan.

Exit mobile version