Trinityordnance.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA telah menetapkan susunan baru dewan komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. RUPST dilaksanakan di Jakarta dan dihadiri oleh seluruh pemegang saham, di mana posisi Direktur Utama kini dipegang oleh Ketut Pasek Senjaya Putra.
Dalam susunan baru tersebut, Hadjar Seti Adji mengemban jabatan sebagai Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, sedangkan Hananto Aji ditunjuk sebagai Direktur Operasi I. Selain itu, Sonny Setyadhy didapuk menjadi Direktur Operasi II, Vera Kirana sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal, dan Mulyadi sebagai Direktur Keuangan.
Dewan komisaris WIKA kini dipimpin oleh Komisaris Utama Apri Artoto, dan terdiri atas Komisaris Independen Suryo Hasporo Tri Utomo, Adityawarman, Harris Arthur Hedar, yang juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional dan Guru Besar di Universitas Negeri Makassar, serta Komisaris Suwarta.
RUPST membahas berbagai agenda penting, di antaranya persetujuan laporan tahunan dan keuangan untuk tahun 2025, penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), maupun perubahan anggaran dasar. Penetapan ini merupakan langkah WIKA untuk memperkuat governance, transparansi, dan akuntabilitas di tengah dinamika industri konstruksi nasional.
WIKA juga mencatatkan kinerja yang solid selama tahun buku 2025, dengan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun dan total kontrak yang dihadapi mencapai Rp50,55 triliun. Penjualan perusahaan tercatat sebesar Rp20,44 triliun, sementara total aset mencapai Rp50,15 triliun. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha WIKA ke depan.
![Wijaya Karya (WIKA) Lakukan Perubahan Pada Jajaran Direksinya | trinityordnance [original_title]](https://trinityordnance.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-11-at-20.41.04.jpeg)