Site icon trinityordnance

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Besarnya Pahala yang Didapat

[original_title]

Trinityordnance.com – Puasa Tarwiyah yang dilaksanakan setiap 8 Dzulhijjah menjadi amalan penting bagi umat Muslim yang tidak menunaikan ibadah haji. Ibadah ini bertujuan untuk menyiapkan diri menjelang puasa Arafah pada hari berikutnya. Menurut para ulama, terdapat beberapa keutamaan dalam menjalankan puasa ini.

Pertama, puasa Tarwiyah termasuk amal saleh yang dilakukan di waktu yang dicintai oleh Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa amal di sepuluh hari awal Dzulhijjah lebih baik dibandingkan amal di hari lainnya sepanjang tahun. Selain itu, puasa ini juga dipandang sebagai salah satu pelaksanaan sunnah yang memiliki nilai pahala besar.

Kedua, meski hadis mengenai penghapusan dosa setahun bagi yang berpuasa Tarwiyah dianggap lemah oleh beberapa ulama, anjuran untuk melaksanakannya tetap kuat berlandaskan dalil-dalil umum tentang keutamaan beramal di bulan Dzulhijjah. Dalam konteks ini, puasa Tarwiyah berfungsi sebagai sarana untuk memperbanyak ibadah menjelang puasa Arafah, yang memiliki dalil lebih kuat terkait pahalanya.

Selain itu, pengamalan puasa Tarwiyah dapat menjadi penyempurna bagi ibadah umat Muslim sebelum memasuki puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Di akhir, disarankan bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah ini untuk melafalkan niat puasa, yang dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau pada pagi hari sebelum waktu Zuhur.

Dengan menjalankan puasa Tarwiyah, umat Muslim diharapkan dapat memperkaya ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan Dzulhijjah yang penuh berkah.

Exit mobile version