Defend ID Targetkan Kontrak Rp132 Triliun di Pasar Asia-Afrika 2026

[original_title]

Trinityordnance.com – Holding Industri Pertahanan Defend ID menargetkan perolehan total kontrak senilai Rp132,05 triliun pada tahun 2026. Target ambisius ini merupakan bagian dari strategi operasional baru, dengan fokus ekspansi pasar di wilayah Asia Pasifik dan Afrika. Dalam pernyataan resmi di Bandung, Direktur Utama Defend ID, Joga Dharma Setiawan, menegaskan pentingnya peta jalan menuju 2026 untuk meningkatkan daya saing industri pertahanan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Peta jalan tersebut akan diimplementasikan melalui Corporate Strategic Scenario (CSS), yang mencakup tujuh pilar utama, seperti penguatan bisnis, inovasi produk, dan transformasi proses bisnis. Defend ID juga menyasar pendapatan sebesar Rp35,47 triliun dengan peningkatan burn rate operasional hingga 26,86 persen. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan melakukan perampingan anak usaha guna menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan bankable.

Joga mengungkapkan bahwa strategi 2026 juga menekankan diversifikasi pasar. Selain memperkuat sinergi dengan proyek lintas kementerian di dalam negeri, Defend ID aktif menjajaki potensi kontrak pertahanan di pasar internasional yang berkembang pesat. Perusahaan telah mengidentifikasi peluang baru di Asia Pasifik dan Afrika.

Namun, tantangan eksternal seperti fluktuasi suku bunga dan masalah rantai pasok global tetap menjadi perhatian. Manajemen memastikan pertumbuhan agresif disertai dengan penguatan fundamental keuangan yang hati-hati. Biaya pertahanan global yang meningkat, bersamaan dengan kebutuhan teknologi modern, dipandang sebagai pendorong utama ekspansi pasar.

Defend ID juga berkomitmen untuk mengembangkan sektor komersial yang berkaitan dengan kompetensi inti, termasuk energi dan sistem elektronik. Aliansi strategis dengan mitra global diharapkan dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Baca Juga  Serangan Siber Guncangkan Bandara Heathrow, Rusia Terlibat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *